Bhayangkara News

Senin, 01 Desember 2025

Ketum Bhayangkari Beri Bantuan hingga Hibur Anak Korban Bencana di Tapanuli Tengah


Jakarta - Ketum Bhayangkari Ny Juliati Sigit Prabowo mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan bantuan 'Polri untuk Masyarakat' kepada korban bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Juliati juga meninjau kondisi para korban di pengungsian.

Pantauan detikcom, Senin (1/12/2025), Juliati datang langsung ke posko pengungsian warga terdampak banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah. Di posko itu, dia melihat kondisi ibu-ibu dan anak-anak yang mengungsi akibat banjir besar di Tapanuli Tengah.


Juliati terlihat berinteraksi dengan para pengungsi. Dia bersalaman dan memeluk memeluk ibu-ibu yang menjadi korban bencana di Tapanuli Tengah. Juliati juga sempat mendengarkan curahan hati dari para pengungsi seraya memberikan kata-kata penguatan dan penghiburan kepada mereka.


Tak hanya itu, Juliati terlihat menghibur anak-anak di pengungsian tersebut. Juliati mengajak anak-anak bernyanyi dan memberikan hadiah untuk mereka.


Seperti diketahui, Kapolri juga menyerahkan 8 truk bantuan untuk masyarakat korban bencana di Tapanuli Tengah. Bantuan Polri itu secara simbolik diserahkan Jenderal Sigit kepada Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.


Bantuan 'Polri untuk Masyarakat' ini langsung disalurkan untuk korban bencana di posko pengungsian warga terdampak banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah. Bantuan ini berupa bahan makanan, pakaian, dan kebutuhan masyarakat sehari-hari lainnya.


Jenderal Sigit memastikan pemberian bantuan bantuan 'Polri untuk Masyarakat' sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar memaksimalkan pelayanan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.


"Tadi arahan beliau untuk segera dilakukan perbaikan, termasuk kebutuhan-kebutuhan yang terkait dengan kebutuhan dasar, kemudian kebutuhan masyarakat sehari-hari seperti BBM, tadi beliau cek jalur-jalurnya mana saja," ucap Kapolri.


"Intinya beliau memerintahkan untuk seluruh kegiatan yang dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam ini untuk betul-betul dimaksimalkan, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," imbuhnya. (*)

Polri Berangkatkan 219 Personel dan Bantuan Logistik untuk Mitigasi Bencana Alam Sumut


Jakarta, 1 Desember 2025 — Mabes Polri kembali mengirimkan pasukan serta bantuan logistik untuk mendukung penanganan bencana alam di Sumatera Utara. Sebanyak 219 personel diberangkatkan sore ini melalui Bandara Soekarno–Hatta dalam rangka memperkuat upaya mitigasi dan respons pascabencana.


Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa pengiriman personel ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap penanganan bencana yang saat ini masih berlangsung di wilayah Sumatera Utara.


“Hari ini ada pergeseran personel Polri terkait mitigasi bencana alam. Khusus untuk Sumatera Utara, diberangkatkan 219 orang. Personel ini langsung menuju ke Sumatera Utara,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo dalam doorstop di Bandara Soekarno–Hatta.


Menurutnya, para personel yang dikirim terdiri dari berbagai satuan dengan kompetensi khusus, seperti Brimob, Sabhara, DVI, tenaga kesehatan, hingga layanan trauma healing dan unit K9.


“Polda Sumatera Utara nanti akan menerima personel-personel yang memiliki kompetensi dari Brimob, Sabhara, DVI, serta unsur lain yang dibutuhkan untuk memitigasi bencana. Harapannya, mereka dapat bermanfaat dalam pencarian korban, identifikasi oleh DVI, serta pemberian layanan kesehatan," jelasnya.


Selain kekuatan personel, bantuan logistik juga dikirim menggunakan dua pesawat dari Bandara Pondok Cabe dengan total muatan sekitar 3,8 ton pada masing-masing pesawat.


“Hari ini sudah diberangkatkan melalui Pondok Cabe, ada dua pesawat. Masing-masing membawa kurang lebih 3,8 ton muatan dengan personel sesuai manifest yang dibutuhkan,” tambah Brigjen Pol. Trunoyudo.


Ia menegaskan bahwa pengiriman ini merupakan instruksi langsung dari Kapolri untuk mempercepat penanganan bencana, termasuk menggantikan personel yang sudah bertugas sejak awal kejadian.


“Personel yang sudah berada di lokasi membutuhkan tambahan tenaga dari Mabes Polri. Atas perintah Bapak Kapolri, kami mengirimkan personel baru untuk membantu sekaligus menggantikan, sehingga proses penanganan bencana dapat dipercepat,” ungkapnya.


Brigjen Pol. Trunoyudo juga menyampaikan bahwa beberapa polda lain turut mendukung operasi penanganan bencana, seperti Polda Jawa Timur, Jawa Barat, Metro Jaya, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepri, dan Bangka Belitung.


Selain Sumatera Utara, Polri juga menyiapkan penguatan untuk wilayah Sumatera Barat dan Aceh, yang turut terdampak bencana.


“Beberapa titik sudah ditentukan oleh Kapolda dalam operasi di Sumatera Utara, Aceh, maupun Sumatera Barat,” tutupnya.


Pengiriman pasukan dan logistik ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan serta memastikan penanganan bencana berjalan lebih optimal di wilayah terdampak. (*)

Kasat Binmas Polres Pasuruan Takziah ke Korban Meninggal Kecelakaan KA di Gununggangsir


PASURUAN – Satuan Binmas Polres Pasuruan melaksanakan takziah dan memberikan bantuan kepada keluarga korban kecelakaan maut di perlintasan sebidang Jalan Perlintasan Kereta Api No. 88 KM 41, Dusun Selokambang, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, pada Minggu (30/11/2025) sore. 


Insiden tragis tersebut melibatkan KA Mutiara Timur dan mobil sedan bernopol N 1519 AJB yang mengakibatkan empat orang satu keluarga meninggal dunia.


Kasat Binmas Polres Pasuruan IPTU Sunarti, S.H., M.H., bersama Bhabinkamtibmas Desa Gununggangsir dan personel Satbinmas hadir langsung dalam pemakaman dan takziah.


“Kami hadir untuk menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban sekaligus memberikan dukungan moril. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar IPTU Sunarti.


Dalam kesempatan itu, Satbinmas juga menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga korban.  


“Bantuan ini semoga bisa sedikit meringankan beban keluarga setelah musibah yang sangat berat ini,” tambahnya.


Sementara itu Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan menghimbau masyarakat untuk taat aturan dijalan.


"Musibah tidak ada yang tau, dan tidak perlu menyalahkan siapapun. Namun tugas kita harus selalu waspada dijalan, jangan bergurau atau berbincang yang menyebabkan hilang konsentrasi," tegas Kapolres memberikan himbauan.


Masih Kapolres AKBP Jazuli, "Ingat selalu, kelalaian tidak hanya membahayakan diri kita, namun juga bisa orang lain."


Adapun korban kecelakaan tersebut adalah:

Muhammad Muhaimin (33), swasta – meninggal dunia

Suci Nurjannah (33), guru – meninggal dunia

Muhammad Yisran Alim Mukhsin (9), pelajar – meninggal dunia

Putri Indah Ramadhani (6), pelajar – meninggal dunia

Rizka Putri Maharani (1), balita – luka ringan

Seluruh korban berasal dari Dusun Gondanglegi RT 1 RW 11, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.


Kegiatan takziah berjalan aman dan lancar hingga selesai. Satbinmas menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami musibah serupa. **

Polres Pasuruan Tingkatkan peduli Keselamatan Berkat Sosialisasi Ops Zebra Semeru 2025


Pasuruan – Program sosialisasi keselamatan berkendara yang digencarkan Polres Pasuruan selama Operasi Semeru 2025 menunjukkan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap tertib berlalu lintas. Ribuan pengendara mulai terlibat dalam edukasi langsung di berbagai titik keramaian untuk memahami aturan keselamatan.


Selama dua pekan pelaksanaan, Polres Pasuruan berhasil menyampaikan imbauan kepada 213.842 pengendara. Bentuk edukasi ini diapresiasi warga karena dilakukan melalui pendekatan humanis dan mudah dipahami.


Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca menegaskan bahwa upaya sosialisasi menjadi langkah dasar membangun budaya berkendara aman. “Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi mendahulukan edukasi agar masyarakat benar-benar paham akan pentingnya keselamatan,” ujarnya.


Berdasarkan catatan Operasi Semeru 2025, intensitas pengawasan mampu mendorong masyarakat lebih disiplin dalam berkendara di wilayah tertentu, terutama pada kawasan sekolah dan perkantoran. Sosialisasi masif juga memudahkan petugas menemukan titik rawan pelanggaran untuk ditangani secara cepat.


Tingginya jumlah pengendara yang tercatat dalam operasi menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berhasil terjaring edukasi keselamatan oleh petugas. Kondisi ini dinilai menjadi momentum besar untuk memperluas kampanye berkendara tertib ke seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan.


Penindakan melalui ETLE dan patroli incar tetap dilakukan sebagai bentuk ketegasan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan nyawa. Tujuannya bukan menghukum, tetapi memberikan efek jera agar semakin banyak warga berkomitmen terhadap keselamatan.


AKP Derie menyampaikan optimisme bahwa kesadaran berlalu lintas masyarakat Pasuruan akan meningkat secara bertahap melalui edukasi berkelanjutan. “Sosialisasi tidak berhenti di Operasi Semeru 2025 karena keselamatan adalah investasi jangka panjang bagi keluarga dan masa depan,” tuturnya.


Evaluasi dari pelaksanaan operasi kini sedang disiapkan untuk menyempurnakan pola komunikasi dan pendekatan sosialisasi agar lebih tepat sasaran. Rencana ke depan melibatkan sekolah, komunitas motor, perusahaan, hingga perangkat desa untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.


Polres Pasuruan juga merancang program keselamatan bersifat preventif agar masyarakat tidak hanya patuh karena razia, tetapi karena kesadaran diri. Semangat mengutamakan keselamatan ini diharapkan mampu membentuk budaya berkendara tertib yang berkelanjutan.


Dengan pelibatan aktif seluruh pihak, Pasuruan menargetkan menjadi daerah dengan tingkat kedisiplinan lalu lintas tertinggi di Jawa Timur. Perubahan positif yang telah dimulai dari Operasi Semeru 2025 diharapkan menjadi langkah awal terciptanya jalan raya yang aman, tertib, dan bebas kecelakaan. (*)

Kerahkan Pasukan ke Sumatra— Percepatan Tanggap Bencana & Dukungan Penanganan Lapangan


Jakarta — Polri mengerahkan kekuatan pasukan dalam skala besar sebagai respons cepat terhadap penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan dukungan strategis, perluasan area evakuasi, serta penambahan sumber daya identifikasi korban dan pemulihan psikologis masyarakat terdampak. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini menuntut disiplin, kesigapan, dan koordinasi lintas fungsi. “Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Ini operasi kemanusiaan, maka harus dilakukan secara cepat, sinergis, dan gotong royong di semua lini,” ujarnya. Wakapolri juga menyampaikan bahwa percepatan pengiriman pasukan serta logistik akan terus dilakukan secara adaptif sesuai perkembangan situasi lapangan.


Total 497 personel diberangkatkan, terdiri dari 300 Brimob, 100 Sabhara, 26 operator K9 bersama 7 ekor anjing pelacak, 27 personel DVI, 20 tim trauma healing, 15 personel Inafis (masing-masing 5 disebar ke Sumut, Sumbar, dan Aceh pada gelombang berikutnya), serta 9 personel humas. Penugasan komando lapangan ditetapkan melalui penempatan Kombes Pol. Monang untuk sektor Sumatera Utara, AKBP Hendrick Situmorang untuk sektor Sumatera Barat, dan Kombes Pol. Aditya sebagai unsur cadangan strategi bila terjadi eskalasi. Sementara itu unsur pengendali Baharkam juga diperkuat dengan penempatan KBP Gattot Aris Purbaya di Sumut, KBP Gun Heriadi di Aceh, dan KBP Slamet Hernawan di Sumbar.


Pemberangkatan pasukan dilakukan melalui Terminal APK Bandara Soekarno–Hatta pada pukul 14.00 WIB. Rute penggelaran personel terbagi menjadi tiga sektor utama, yaitu Brimob 100 personel menuju Kuala Namu kemudian diarahkan ke Sibolga, Sabhara 100 personel juga melalui Kuala Namu dengan penugasan lanjutan menuju Silangit, dan Brimob 100 personel lainnya dialihkan menuju Sumatera Barat melalui Bandara Minangkabau dengan pengaturan teknis oleh Karoops. Sisa 100 Brimob ditempatkan sebagai pasukan rotasi dan cadangan untuk penguatan lanjutan tiga wilayah tersebut. Setelah tiba, pasukan di Silangit diproyeksikan bergerak meliputi Tapanuli Utara (dua unit) serta Tapanuli Selatan (tiga unit), sedangkan pasukan yang masuk melalui Sibolga akan mengarah ke Tapanuli Tengah sebagai sektor prioritas.


Penguatan logistik dalam operasi ini berasal dari Polda Jawa Barat, Polda Banten, dan Polda Metro Jaya, dilengkapi tambahan terbaru berupa 600 dus makanan siap saji serta penguatan tenda lapangan, alat kesehatan, thermal gear, dan perlengkapan portable lainnya yang sedang dalam proses manifesting. Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa seluruh pendistribusian logistik dilakukan secara berlapis untuk memastikan efektivitas penyaluran. “Seluruh logistik diperiksa satu per satu sebelum diberangkatkan. Kami memastikan distribusi dilakukan berkelanjutan agar seluruh daerah terdampak menerima dukungan yang memadai,” tegasnya. Ia melanjutkan bahwa percepatan aliran logistik menjadi prioritas utama guna memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah yang sulit dilalui. “Tujuannya jelas—mempercepat penanganan, menembus wilayah terisolir, dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke masyarakat,” tambahnya.


Dengan pengerahan ini, Polri menegaskan kesiapan penuh untuk memperluas operasi kemanusiaan, mempercepat proses evakuasi, serta meningkatkan dukungan logistik bagi wilayah terdampak. Polri juga menyampaikan bahwa perkembangan operasi akan dirilis secara rutin agar masyarakat menerima informasi secara cepat, akurat, dan dapat dipercaya. (*)

Polri Gelar Apel Pergeseran Pasukan, Tegaskan Komitmen Percepatan Bantuan Bencana

 


JAKARTA 1 Desember 2025 — Polri pada Senin pagi menggelar Apel Pergeseran Pasukan dan Pengiriman Bantuan Logistik sebagai langkah lanjutan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Kegiatan berlangsung di Mako Polisi Udara Pondok Cabe dan dipimpin langsung oleh Wakapolri dengan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel dan pesawat pengangkut logistik.


Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa apel ini menjadi momentum penting memastikan seluruh dukungan operasional bergerak cepat dan terkoordinasi. “Kegiatan hari ini masih merupakan rangkaian penanganan bencana alam di beberapa daerah dengan dukungan Mabes Polri, baik berupa perlengkapan, peralatan maupun personel,” ujarnya saat doorstop.


Ia menjelaskan bahwa sejak pukul 06.00 WIB, seluruh unsur yang terlibat telah mengikuti rangkaian apel sebelum menyaksikan keberangkatan pesawat jenis CN dan Fokker. Apel ini juga menjadi tindak lanjut arahan Kapolri pada rapat evaluasi malam sebelumnya. “Logistik yang telah didistribusikan ke Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara sebagaimana dibahas dalam Anev tadi malam telah dilaksanakan melalui langkah-langkah konkret,” tegasnya.


Pada apel pagi ini juga dipastikan kesiapan gelombang lanjutan personel SAR, medis, serta pasukan pendukung kemanusiaan lainnya. Pesawat CN295 diberangkatkan pukul 06.30 WIB membawa kebutuhan mendesak seperti perlengkapan SAR, makanan, tenda, genset, panel surya, peralatan bayi, serta berbagai logistik kemanusiaan. Sementara pesawat Fokker Mk 27 dan Mk 50 diarahkan untuk pengiriman bantuan ke Sumatera Utara.


Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kesiapan nyata Polri. “Sejak bulan lalu, Polri telah menyiapkan 155 ribu personel dan kelengkapannya dalam pra-bencana. Saat ini memasuki masa pascabencana yang membutuhkan tindakan cepat,” jelasnya.


Ia menegaskan bahwa seluruh kekuatan polda sekitar juga telah bergerak mendukung, mulai dari Polda Riau, Jambi, Lampung, hingga Jawa Timur dan Banten, dengan bantuan yang didistribusikan baik melalui udara maupun darat.


Di akhir keterangannya, Trunoyudo kembali mengajak semua pihak untuk mendoakan para korban. “Kita masih berduka… Semoga para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga korban diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutupnya. (*)

Ratusan Personel Brimob, Samapta, Medis, dan K9 Dikerahkan Polri Perkuat Penanganan Bencana


JAKARTA 1 Desember 2025 - Polri resmi menggerakkan kekuatan personel besar-besaran untuk membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dalam doorstop pagi ini, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa penguatan personel menjadi salah satu fokus utama setelah wilayah terdampak memasuki fase pascabencana.


“Bapak Wakapolri melakukan pengecekan pasukan dalam rangka penguatan personel di lapangan,” ungkapnya. Dari Korps Brimob, sebanyak 300 personel diterjunkan, masing-masing 100 untuk tiga polda terdampak. Sabhara menurunkan 300 personel tambahan, serta Samapta mengirim 39 personel.


Unit anjing pelacak K9 dikerahkan khusus untuk memperkuat pencarian korban. “Sebanyak 11 anjing SAR dengan total 39 handler diterjunkan,” kata Trunoyudo.


Sementara itu, dari sisi medis, Pusdokkes mengirimkan 27 personel yang bertugas menangani kebutuhan kesehatan, identifikasi korban ante-mortem dan post-mortem, serta dukungan trauma healing dengan 20 personel khusus.


Di tengah mobilisasi besar ini, Polri tetap mengedepankan sinergi lintas lembaga. “Dengan kolaborasi BNPB/BPBD, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder lainnya, percepatan bantuan terus diupayakan,” tegas Trunoyudo.


Ia menutup pernyataan dengan doa bagi para korban. “Kita kembali mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak… Semoga para tenaga medis dan seluruh petugas diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya. (*)

Hari Ketiga, Polda Sumut Terima 3,8 Ton Logistik Operasional dari Mabes Polri


JAKARTA Senin, 1 Desember 2025 — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kembali menerima kiriman logistik operasional dari Mabes Polri dengan total 3.851 kilogram. Pengiriman ini merupakan hari ketiga dari rangkaian distribusi logistik yang dialokasikan untuk memperkuat sarana dan prasarana kepolisian di wilayah Sumatera Utara.


Kabag penum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menjelaskan bahwa pengiriman logistik ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memastikan optimalisasi dukungan operasional bagi seluruh jajaran.

“Hari ini memasuki pengiriman hari ketiga. Seluruh logistik yang tiba langsung dilakukan pengecekan dan pendataan sebelum nantinya didistribusikan sesuai kebutuhan satuan kerja di Polda Sumut,” ujarnya.


Beliau menambahkan bahwa kelengkapan yang dikirim merupakan kebutuhan penting untuk mendukung kegiatan operasional di lapangan.

“Kami memastikan bahwa setiap item dalam kondisi baik, termasuk perlengkapan K9 dan perangkat tenda taktis yang sangat diperlukan dalam berbagai operasi kepolisian,” kata Kombes Pol Erdi.


Adapun rincian logistik yang diterima hari ini sebagai berikut:

• MTP – FT: 1.190 kg (70 koli)

• Pemanas MTP: 81 kg (27 koli)

• Velbet: 600 kg (20 koli)

• Perlengkapan K9: 260 kg (7 koli)

• K9: 180 kg (4 ekor)

• Daun Tenda: 300 kg (4 koli)

• Konektor Tenda: 180 kg (4 koli)

• Tiang Tenda: 900 kg (20 koli)

• Goni Baju: 160 kg (4 koli)

• Kasur Palembang: 32 kg (20 koli)


Kombes Pol Erdi menegaskan bahwa pengiriman ini diharapkan semakin meningkatkan kesiapan personel dan perlengkapan taktis di wilayah Sumut.

“Dengan distribusi bertahap ini, kami ingin memastikan seluruh unit mendapatkan dukungan logistik yang memadai untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutupnya. (*)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done