Perbedaan Penanganan Antara KKB dengan Terorisme yang Atasnamakan Agama




BHAYANGKARANEWS.NET    Jakarta – Ada perbedaan pola penanganan antara teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dengan terorisme yang mengatasnamakan agama. Teroris KKB memiliki ideologi untuk memisahkan diri dengan Indonesia, sedangkan berbasis agama ingin mengubah ideologi Pancasila.


“Mengganti ideologi negara Pancasila dengan khilafah atau transnasional menurut versi mereka, sementara yang KKB ingin memisahkan diri,” kata Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, ME, di Bogor, Rabu, (9/3/2022).


Nurwakhid menjelaskan, dengan dasar itulah pendekatan penanganan terorisme yang dilakukan atas nama agama lebih menonjolkan penanganan sisi ideologi. Juga pendekatan politik karena mereka juga melancarkan aksi atau gerakkan politik.


“Karena radikal terorisme yang mengatasnamakan agama itu kan ideologi, ingin mengubah ideologi negara dengan ideologi transnasional atau khilafah menurut versi mereka,” tuturnya.


Nurwakhid mengungkapkan, untuk penanganan teroris di KKB, BNPT lebih menonjolkan pendekatan politik karena mereka sebatas ingin memisahkan diri dari Indonesia. Namun tidak ingin mengubah ideologi negara Pancasila sebagaimana teroris yang mengatasnamakan agama.


“Kami tonjolkan pendekatan politik, terutama di tingkat nasional tapi tetap ideologi juga ada pendekatan, yaitu bagaimana kita menanamkan wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, nasionalisme dan lain sebagainya itu sebagai pencegahannya,” kata dia.


Meski pola pendekatannya berbeda, ia menekankan pola penangangan dua bentuk teroris yang ada di Indonesia ini sama-sama didasari atas amanah Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018, yaitu penanggulangan terorisme secara holistik, dari hulu sampai hilir.


“Hulunya pencegahan hilirnya penegakan hukum, demikian pula terorisme KKB juga begitu, hulunya pencegahan hilirnya penindakan. Pencegahan dilakukan dengan tiga strategi yaitu kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi,” tutur dia

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama